Pahami Seluk Beluk Investasi Bitcoin Agar Tak Merugi

Written by Drip on January 4, 2021 in Saham menguntungkan with no comments.

Pertama, pendekatan secara yuridis (melihat peringkat 500 coin market cap/CMC) sesuai ketentuan Pasal 3 ayat huruf c Perba Nomor 5 Tahun 2019. Layaknya aset-aset lainnya seperti emas, Bitcoin ini tidak secara langsung bisa mewujud sebagai pendapatan. Lelaki asal Malang, Jawa Timur ini juga tak mau gegabah mengingat pergerakan Bitcoin relatif fluktuatif. Alih-alih melakukan spekulasi perdagangan, dia memilih untuk menyimpan aset kriptonya itu sebagai investasi. Fusion Media mungkin mendapatkan imbalan dari pengiklan yang ditampilkan di situs net ini berdasarkan interaksi Anda dengan iklan atau pengiklan. Setelah itu, Bakn SI tersebut memutuskan menjadi bank dunia digital yang di buka 24/7 alias 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.

Dilansir dari Coin Desk, Bitcoin mempunyai jumlah yang terbatas dan terkontrol secara ketat menggunakan sebuah algoritma. Sejumlah kecil Bitcoin baru akan terus dikeluarkan setiap jamnya dan akan terus mengalami pengurangan selama waktu terus berjalan. Kondisi ini menyebabkan tingkat permintaan yang terus mengalami penaikan namun jumlah dari Bitcoin tetap sama menjadikannya sebuah aset yang akan terus meningkat nilainya. “Penyidik tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa sindikat ini terkait dengan sindikat lain yang ada di luar negeri dengan modus operandi yang sama untuk melakukan penambangan Bitcoin,” tutupnya. Ia juga menerangkan bahwa operasi penangkapan penambang Bitcoin dilakukan selama sebulan, di mana para penyelidik mengumpulkan informasi intelijen sebelum menggagalkan sindikat tersebut. Terkait dengan aktivitas tersebut, kasus pencurian listrik akibat hal ini pun sering dilaporkan.

Bitcoin merugi

Konon, di pasar kripto sekelompok “kecil pemain” sering memegang sebagian besar dari jumlah complete “koin” yang beredar, sementara ada sebagian besar investor pemula yang belum memiliki keahlian dalam berinvestasi di aset kripto. Bisnis.com, JAKARTA – Harga Bitcoin dan aset kripto lainnya anjlok setelah pernyataan financial institution Bandar Ceme sentral China, People’s Bank of China yang menekankan mata uang digital tidak dapat digunakan sebagai alat pembayaran. Meski Musk mengalami kerugian akibat komentarnya terhadap Bitcoin, harga mata uang kripto ini masih tinggi. Terpantau di situs Indodax per Selasa (23/2), 1 Bitcoin setara dengan Rp 785 juta.

Menurut dia, berinvestasi di kripto memiliki risiko sangat tinggi, sehingga investor sebaiknya memahami karakter investasi ini lebih dulu sebagai dasar pengetahuan agar tidak merugi. Mulanya, Ethereum difungsikan sebagai platform untuk bertransaksi through jaringan digital. Tapi akhirnya berstatus sama dengan Bitcoin, yakni bisa dipakai untuk investasi. Begitu pula dengan Monero, IOTA, dan lainnya yang sama-sama berstatus sebagai mata uang digital. Bahkan dari bitcoin sendiri sudah ada variannya yang juga bisa dijadikan sarana investasi.

Mengingat setiap investasi memiliki risiko yang beragam, maka jadilah investor millenial yang cerdas. Artinya, mengetahui langkah-langkah yang tepat dalam menjalankan investasi agar bisa merasakan keuntungannya di kemudian hari. Hasil investasi dari P2P Lending ini memang sangat menjanjikan.

Menurut Chief Distribution Network Officer TNB, Wan Nazmy Wan Mahmood, pencurian listrik akibat aktivitas ilegal itu meningkat lebih dari 300 persen dalam tiga tahun antara 2018 hingga 2020. Bitcoin akan terus diperdagangkan selama 24 jam setiap harinya. Namun, Anda harus melihat tren waktu dimana ketika poin nilai dan harga mengalami peningkatan.

Lebih lanjut, CEO fo APAC di Saxo Markets Adam Reynolds menuturkan pernyataan bank sentral China tersebut bukan hal yang mengejutkan. Hal ini mengingat management arus modal China dapat dilawan dengan pembelian dan penjualan aset kripto ke luar negeri. Jika bulan lalu nilai pasar Bitcoin sempat tembus US$1,1 triliun.

Comments are closed.